u3-IMG-20250924-WA0013
” Ya ! Bapak-Ibu Itu Lagi ? ” Pengawas Datang Bukan untuk Cari Salah

” Ya ! Bapak-Ibu Itu Lagi ? ” Pengawas Datang Bukan untuk Cari Salah

* Kas Pani

Ada kepuasan yang terasa ketika roda mobil atau sepeda motor menyusuri jalan menuju gerbang sekolah. Di balik kaca atau tatapan dari kotak helm, terlihat semangat pagi yang cerah.

Ya, walau melelahkan apalagi diusia yang makin menua, saya tetap sempatkan berkunjung. Ini bukan sekadar mampir, singgah sebentar, lalu lucut tande, tapi ini adalah panggilan jiwa.

Walau kadang telinga ada menangkap bisikan dan selutukan, ” Eh, bapak itu – bapak itu lagi. ” Atau ” bapak pengawas datang, siap-siap! “

Dulu, sempat berkecil hati. Dimaklumi, karena kepala sekolah, GTK, dan siswa tahunya, tugas pengawas sekolah cari – cari kesalahan dan ” tukang semprot “. Makanya disenyumin saja.

Nah, sekarang apa tugas pengawas sekolah ?

Jelasnya, Tugas Pengawas bukan, ” mencari Kutu “, tapi ” memastikan apakah rambutnya sehat atau banyak ketombe. “

Artinya, apakah seorang dokter datang, hanya tugasnya saat pasien sekarat atau mau meninggal. Tentu saja tidak!

Dokter terbaik adalah yang selalu melakukan pemeriksaan rutin, memberikan vitamin, dan saran pencegahan agar pasien tetap sehat dan bugar.

Begitu juga dengan pengawas sekolah. Kalau dianalogikan tugas kami pun sama dengan dokter, ke sekolah melakukan kunjungan kerja, istilah kini Pendampingan Satuan Pendidikan , bukan inspeksi untuk menghakimi atau cari kesalahan. Tujuan kami satu, memastikan ” pasien ” yang bernama sekolah ini tumbuh sehat, kuat, dan memberikan manfaat terbaik bagi semua, terutama para kepala sekolah, guru, dan siswa.

Lantas, apa Saja yang kami lakukan sehingga pantas disebut menghidupkan sekolah ?

1. Kami adalah Jembatan Aspirasi.

Ketika guru kesulitan dengan media pembelajaran, kepala sekolah butuh solusi untuk manajemen tertentu. Kami hadir mendengar, mencatat, dan membantu mencarikan solusinya. Diibaratkan, kami adalah penyambung lidah antara praktik di lapangan dengan kebijakan di atas, dan memperjuangkan yang terbaik untuk kemajuan sekolah.

2. Begitu juga, kami adalah katalisator dan motivator.

Jangan dikira pengawas hanya bawa checklist dan pulang bawa laporan. Kami datang dengan segudang contoh praktik baik dari sekolah lain. Ketika melihat sebuah potensi, kami dorong, ” Coba, Pak guru, model pembelajaran ini bisa diterapkan di sini. Sangat cocok! ” Kami hadir untuk menyalakan api semangat berinovasi, bukan untuk memadamkannya.

3. Kalau tahu cermin, kami adalah cermin yang membangun.

Ibarat sedang dandan, tentu kesulitan melihat bagian belakang kepala sendiri. Maka peran pengawas sekolah menjadi cermin yang jujur bagi sekolah.

Kami tunjukkan, ” Nih, dari sisi ini sudah bagus sekali. Tapi dari sudut itu, mungkin bisa kita benahi bersama-sama. “

Feedback kami berikan, bukan kritikan, tapi bahan refleksi untuk loncatan yang lebih tinggi.

4. Kerennya, kami ini adalah Penjaga Mutu dengan hati.

Standar mutu itu bukan sekadar angka di atas kertas. Esensinya adalah apakah setiap anak di sekolah ini mendapat pendidikan yang layak dan memenuhi standar? Kami memastikan hak belajar siswa terpenuhi.

Tapi ingat, pengawas sekolah bukan punya kebijakan dalam pengadaan atau pembangunan, kami adalah penyambung lidah sekolah untuk disampaikan kepada dinas pendidikan. Ini adalah tugas suci.

Untuk yang masih saja nyinyir dan berbisik, ” Bapak-Ibu Itu Lagi “, mari ubah sudut pandang. Jangan lihat kami sebagai pengawas yang mengekang, tapi mitra yang mendampingi.

Jangan lihat kunjungan kami sebagai ujian yang menakutkan, tapi kesempatan konsultasi gratis untuk kemajuan sekolah.

Jangan lihat laporan kami sebagai hukuman, tapi peta jalan menuju sekolah yang lebih baik.

Kedatangan kami ke sekolah adalah bukti bahwa sekolah ini diperhatikan, dianggap penting, dan punya masa depan cerah untuk diperjuangkan.

Jadi, lain kali jika melihat saya dan teman pengawas datang, jangan bersungut-sungut sambutlah dengan senyuman. Jika perlu siapkan secangkir kopi pahit.

Tapi, bukan itu, yang lebih penting, siapkan cerita, keluh kesah, dan ide-ide brilian Anda. Karena percayalah, ujung-ujungnya, semua yang kami lakukan adalah untuk satu tujuan, agar setiap anak yang melangkah masuk ke gerbang sekolah ini, kelak akan menjadi generasi yang membanggakan.

Kami hadir untuk memastikan mimpi-mimpi itu punya fondasi yang kuat. Itu tugas kami. Dan kami akan terus melaksanakannya dengan hati.]]

 

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait